Assalammu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh.
Hai para twiti, maafkan kalau selama ini gue sempat HIATUS
untuk waktu yang cukup lama.
Kali ini gue akan berbagi story of
mylife. Kalian pasti sangat menunggu-nunggu cerita kapan nikah yang pernah gue
bahas di story sebelumnya. Yak kali ini gue akan bercerita mengenai ikhtiar gue
dalam menjemput jodoh dari Allah. MasyaAllah Tabarakallah. Akhirnya seorang nur
benar-benar di fase matang ya. Alhamdulillah banget!
Oke langsung aja ya..
Dalam mencari pasangan hidup kita juga perlu
ikhtiar, tidak hanya diam dan menutup diri. Menurut gue jodoh adalah sesuatu
yang harus diperjuangkan dan di pilih dengan pertimbangan yang sangat matang.
Untuk pertama kalinya gue mulai
berikhtiar menjemput jodoh dengan jalan yang InsyaAllah di ridhoi Allah SWT,
yaitu dengan proses ta’aruf yang syar’i.
Sebenarnya gue juga sangat awam
dalam proses ini, gue takut banget diibaratkan membeli kucing di dalam karung,
seperti yang dikatakan banyak orang. Tapi InsyaAllah gue selalu husnudzan sama
Allah. Niat ibadah mencari ridho Allah. Aamiin. Insyaallah kalau pakai jalur
langit akan diberikan jawaban yang terbaik untuk hidup kita.
Berawal dari sepupu gue yang juga
bestie gue memberikan cv seorang lelaki yang sama sekali belum pernah gue lihat
kenal dan temui. Awalnya gue menolak tapi gak tau kenapa hati gue bilang yok
bisa yok kita mulai ikhtiar, mau sampai kapan menutup diri?
Dari situlah bismillah gue beranikan
diri untuk tukaran cv dan membaca biodata nya secara lengkap. Gue tau cv itu
buatan manusia bisa aja ngarang atau di buat-buat, tapi karena gue melibatkan
sang pencipta gue yakin aja, kayak Allah tu gak bakalan ngasi sesuatu yang
jahat ketika kita mau taqwa kepadanya. Kalau emang bener ni orang jahat, gue
juga yakin Allah gak bakalan memberi cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.
Bismillah gue lanjut baca cv dia dan
gue menemukan Visi dan Misi yang sejalan dengan Visi dan Misi hidup gue, gue
juga menemukan gambaran-gambaran tipe idaman yang pernah gue tulis sebelumnya
di blog gue, dan gue beranikan diri untuk maju ke tahap berikutnya yaitu Nadzor
( melihat secara langsung orangnya).
Saat proses nadzor untuk pertama
kalinya kami bertemu di temani oleh mahram kami masing-masing, jadi kami tidak
berdua-duaan, melainkan agak ramai. Di ruangan tempat kami nadzor gue dan dia
mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarah kepada visi dan misi hidup kami.
(hahahha kenapa disini jadi baku banget yak kata-katanya) gak papa lanjut aja
deh.
Setelah proses tersebut gue bukannya
merasa yakin, tapi malah merasa ragu dan ilfeel. Hahaha. Tapi disana dia
berkata untuk lanjut ke tahap berikutnya, nah dari sinilah gue mulai istiqarah
dan menimbang apakah lanjut atau cukup sampai disini saja.
Setelah gue istiqarah gue menemukan
jawaban untuk lanjut ke tahap berikutnya. Tahap ini adalah tahap dimana kita
berdua saling menggali informasi dengan bertanya kepada orang tua, saudara dan
kerabat yang saling mengenal.bagaimana kehidupannya sehari-hari, kebiasaanya
dan masih banyak lagi. Barulah setelah yakin dan sholat istiqarah lagi. Serta
mendapatkan restu dari orang tua masing-masing pihak maka di adakan yang
Namanya khitbah.
Namun dalam semua proses ini, kita
tidak memiliki nomor HP masing-masing, kita berdua berkomunikasi melalui
perantara yang memang terlibat dalam proses awal ta’aruf tadi.
Dan tidak di sangka-sangka gue
benar-benar di lamar orang dalam waktu singkat, padat dan jelas, alias sat set
sat set. MasyaAllah..
Rasanya seperti mimpi, tiba-tiba
waktu berlalu begitu cepat. Gue mulai mempersiapkan pernikahan gue.
Alhamdulilah sampai saat ini semua proses di lancarkan oleh Allah. Terimakasih
banyak ya Allah engkau memudahkan segala urusan hamba.
Semoga acara ini di lancarkan,
diridhoi dan di berkahi sampai hari H dan hari hari selanjutnya setelah
menikah. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar